Oleh: R1OW | Desember 30, 2012

Prinsip Kerja Dua AC Bergantian

AC Bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas.

Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja.

Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit.

Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (close), 5-6 (close), NO-NO (close), NC-NC (open). NO dan NC biasanya digunakan untuk arus yang kecil seperti lampu penanda AC di ACPDB atau juga untuk kabel alarm.

Asumsi, waktu yang diatur pada timer sebanyak 4 sirip biru yang artinya tiap 2 jam saklar akan bergatian. Sumbu pada timer akan kita awali huruf T dan pada kontaktor dengan huruf K.

Kondisi I (Timer 2-1):

Arus listrik (phasa T) yang mengalir pada timer disumbu  T2 akan disambungkan ke T1. Maka T1 akan terhubung ke KA1. Karena KA2 sudah terhubung dengan Netral, maka Kontaktor 1 tercatu dan mulai bekerja. K1-K2 terhubung, sehingga arus listrik yang ada pada K1 (yang berasal dari phasa R) akan mengalir ke K2 yang kemudian akan terhubung keperangkat AC1.

Kondisi II (Timer 2-3):

Setelah 2 jam berlalu, maka Arus listrik (phasa T) yang mengalir pada timer disumbu  T2 akan disambungkan ke T3. Maka T3 akan terhubung ke KA1. Karena KA2 sudah terhubung dengan Netral, maka Kontaktor 2 tercatu dan mulai bekerja. K1-K2 terhubung, sehingga arus listrik yang ada pada K1 (yang berasal dari phasa S) akan mengalir ke K2 yang kemudian akan terhubung keperangkat AC2.

Untuk alarm AC biasanya dipasang pada sumbu NO-NO dan dipasang pararel antara kontaktor 1 dan kontaktor2.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: